Headlines News :
Home » » JUDUL SKRIPSI: Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Peningkatan Volume Penjualan Handphone Nokia Pada PT. Kembar Ponsel Medan

JUDUL SKRIPSI: Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Peningkatan Volume Penjualan Handphone Nokia Pada PT. Kembar Ponsel Medan

Written By Wahyu Rishandi on Selasa, 25 Desember 2012 | 07.24



BAB  I
PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Masalah
            Pada masa ini dunia usaha memasuki era globalisasi, dimana semua pihak sudah dapat secara bebas memasuki setiap pasar yang dikehendaki baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri tanpa ada batasannya lagi. Melihat kondisi yang demikian ini maka sudah seharusnya jika setiap bidang usaha dituntut untuk mengetahui dan mengikuti perkembangan atau perubahan iklim dari setiap kegiatan usaha.
            Perusahaan harus secara jelas menetapkan kearah mana aktivitas usahanya dijalankan dan pihak-pihak mana yang menjadi sasaran dari pergerakan kegiatan usahanya atau dengan kata lain telah menetapkan arah kegiatan usahanya, perusahaan tersebut harus menetapkan pihak-pihak mana yang menjadi sasaran dari penjualan produk yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut.
            Didalam perusahaan, startegi merupakan proses yang memegang peranan penting terhadap perusahaan yang memasarkan barang dan jasa kepada konsumen karena setiap perusahaan mempunyai peluang yang sama dalam memproduksi barang atau jasa. Sehingga dapat saja terjadi persaingan antara perusahaan dengan kompetitor dalam merebut pasar, selain strategi pemasaran peranan keryawan yang ada juga berpengaruh terhadap peningkatan volume penjualan karena itu hendaknya perusahaan dapat memberikan motivasi kepada karyawan dengan pemberian insentif sehingga karyawan tersebut dapat lebih giat bekerja didalam memasarkan produk perusahaan.
            Disamping itu, pemasaran berfungsi untuk mendekatkan jarak antara produsen dan konsumen. Dengan memproduksi barang dan jasa, perusahaan berusaha untuk meningkatkan penjualan dengan cara dan stratergi yang tepat. Untuk merebut pelanggan sebanyak mungkin, setiap perusahaan memiliki cara dan strategi yang berbeda. Penggunaan cara metode tersebut dalam ilmu pemasaran di sebut strategi pemasaran.
            Apabila perusahaan tidak menetapkan strategi pemasaranyang tepat maka perusahaan tidak dapat hidup dan berkembang karena itu hendaklah setiap perusahaan harus dapat menetapkan cara dan strategi yang tepat sehingga akhirnya dapat bersaing dan merebut pasar yang ada. Bertitik tolak dari pernyataan tersebut di atas maka penulis merasa tertarik untuk membahas dan mengambil judul “Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Peningkatan Volume Penjualan Handphone Nokia Pada PT. Kembar Ponsel Medan ”.

B. Identifikasi Masalah
            Ada beberapa masalah yang dapat di identifikasikan dari latar belakang masalah yaitu :
  1. Bagaimana strategi pemasaran yang digunakan perusahaan sehingga berpengaruh terhadap peningkatan volume penjualan?
  2. Apakah insentif yang diberikan perusahaan kepada karyawan berpengaruh dalam usaha meningkatkan volume penjualan?
  3. Apakah adanya kompetitor ataupun perusahaan pesaing lainnya berpengaruh dalam usaha meningkatkan volume penjualan?

C. Batasan Dan Rumusan Masalah
            Untuk memperjelas serta membatasi ruang lingkup permasalahan dengan tujuan untuk menghasilkan uraian sistematis maka penulis merasa perlu membuat pambatasan masalah yaitu pada strategi pemasaran yang digunakan oleh perusahaan sehingga berpengaruh terhadap peningkatan volume penjualan.
            Sehubungan dengan masalah di atas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut : Bagaimana Pengaruh Strategi Pemasaran Yang Digunakan PT. Kembar Ponsel Terhadap Peningkatan Volume Penjualan Handphone Nokia ?.

D. Tujuan Penelitian  
Adapun Tujuan dari Penelitian adalah : 
1.      Mengetahui lebih jelas bagaimana pelaksanaan pemasaran pada perusahaan penjualan Handphone Nokia Pada PT. Kembar Ponsel Medan.
2.      Mengetahui faktor apa yang menyebabkan ketidak berhasilan dari pelaksanaan pemasaran pada perusahaan.
3.      Mengetahui pengaruh strategi pemasaran terhadap volume penjualan Handphone Nokia Pada PT. Kembar Ponsel Medan.


E. Manfaat Penelitian
Sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah :
1.      Bagi penulis, dapat menambah pengetahuan dalam hal pengaruh pemasaran dalam melakukan penjualan Handphone Nokia Pada PT. Kembar Ponsel Medan.
2.      Bagi perusahaan, dapat memberikan informasi pada pimpinan perusahaan khususnya mengenai pengaruh personal selling dalam melakukan penjualan Handphone Nokia Pada PT. Kembar Ponsel Medan.
3.      Bagi pihak lain, diharapkan dapat digunakan sebagai perbandingan bagi penelitian selanjutnya.

F. Metode Pengumpulan Data dan Analisa Data
            Dalam penelitian ini tidak digunakan teknik Populasi dan Sampel karena data yang diperoleh merupakan laporan tertulis mengenai laporan volume penjualan tahunan dan laporan tentang aktivitas personal selling. Adapun data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari bagian pemasaran pada PT. Kembar Ponsel Medan berupa sejarah perusahaan, struktur organisasi, strategi pemasaran dan kebijaksanaan yang digunakan serta data perkembangan penjualan.
2. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari catatan, dokumen,   perpustakaan dan data lainnya yang berhubungan dengan penelitian.
Guna memperoleh data dan keterangan yang diperlukan dalam penulisan skripsi, teknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah sebagai berikut :
1.      Wawancara (interview), yaitu dengan melakukan tanya jawab dengan pihak-pihak yang berwenang dalam perusahaan untuk memperoleh data atau informasi yang ada hubungannya dengan masalah.
2.      Dokumentasi, yaitu data yang diperoleh melalui laporan tahunan dari jumlah customer yang ada pada perusahaan serta buku-buku yang berkaitan dengan pemasaran.
Untuk menganalisa data digunakan Analisa Deskriptif, yaitu penelitian yang menguraikan beberapa kemungkinan untuk masalah yang ada dengan cara mengumpulkan data, menyusun data, menganalisa dan menginterprestasikannya.
            Selanjutnya untuk menguji hipotesa dilakukan teknik statistik yakni teknik korelasi product moment dengan rumus:

            Keterangan:
            r           =  Besarnya koefisien kolerasi antara kedua variabel x dan y
            N         =  Jumlah Tahun
X         =  Biaya Pemasaran
Y         =  Volume Penjualan Handpone

Untuk mengetahui kadar tinggi rendahnya koefisien korelasi, maka akan dipengaruhi tabel interprestasi berikut ini :
Tabel III-2 Interprestasi Koefisien Korelasi
0,00 < r < 0,19                                    sangat rendah / sangat lemah
0,20 < r < 0,39                                    Rendah / lemah
0,40 < r < 0,59                                    Cukup / Sedang
0,60 < r < 0,79                                    Erat atau Tinggi
0,80 < r < 1,00                                    Sangat erat atau Sangat tinggi
                                                            (Arikunto:132)
Seterusnya dilakukan uji-t dengan rumus :
Selanjutnya untuk melihat seberapa besar pengaruh strategi pemasaran terhadap volume penjualan Handphone, maka akan di uji dengan determinasi sebagai berikut:
  (Arikunto: 45)







BAB  II
URAIAN TEORITIS

A. Uraian Teoritis
1. Pengertian strategi Pemasaran
            Sejalan dengan berkembangnya ekonomi, maka definisi pemasaran telah berubah-ubah tergantung kepada perkembangan historis dari pada pemasaran itu sendiri.
            Menurut Stanton (2000 : 7 ) pemasaran adalah ” Suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini maupun konsumen potensial ”.
Menurut kotler (2002 : 5) pemasaran adalah ” Serangkaian daripada kegiatan yang ditujukan pada usaha memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran”. Sedangkan menurut Nitisemito (2004 : 9) definisi dari pemasaran adalah ” Suatu kegiatan yang bertujuan untuk memperluas arus barang dan jasa produsen kekonsumen paling efisien dengan maksud untuk menciptakan permintaan efektif”.
Definisi yang dilakukan Philip kotler mengandung arti sebagai berikut :
a.       Adanya kegiatan manusia yang hanya bisa melakukan pertukaran.
b.      Untuk memperlancar serta penyempurnaan pertukaran.
c.       Apa yang dipertukarkan.
d.      Adanya pembelian dan penjualan.
Pengertian yang telah dikemukan diatas sangat luas artinya karena pengertian tadi mencakup segala aktifitas dalam rantai perniagaan. Dalam definisi yang telah diungkap oleh para pakar pemasaran diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pemasaran merupakan suatu proses sebelum menjual produk dan saat menjual produk ke konsumen.

2. Lingkungan Pemasaran
            Dalam lingkungan pemasaran suatu perusahaan terdiri dari banyak pelaku dan kekuatan diluar bagian pemasaran yang mempengaruhi kemampuan management pemasaran untuk mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan pelanggan sasaran.
            Lingkungan pemasaran menawarkan peluang dan ancaman yang datang baik dari dalam (intern) maupun dari luar (ekstern). Dengan pencerminan lingkungan perusahaan baik intern maupun ekstern secara sistematis, pemasaran mampu merevisi penyesuaian strategi pemasaran untuk menghadapi tantangan dan peluang baru dipasar.
            Menurut Assuri (2000 : 9), Strategi pemasaran didefinisikan sebagai berikut : ” Rencana yang menyeluruh, terpadu dan menyatu dibidang pemasaran yang dijalankan untuk menciptakan tujuan pemasaran suatu perusahaan”. Sedangkan menurut kotler (2004 : 8), Strategi pemasaran adalah ” Logika pemasaran dan berdasarkan itu unit bisnis diharapkan untuk mencapai sasaran pemasarannya, strategi pemasaran terdiri dari pengambilan keputusan tentang biaya pemasaran dari perusahaan, bauran pemikiran dan alokasi pemasaran dalam hubungannya dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan”.
            Adapun lingkungan pemasaran menurut Kotler (2004 : 109) terdiri dari :
1. Lingkungan Mikro
Yang terdiri dari kekuatan yang dekat dengan perusahaan yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pelanggan yaitu :
a. Perusahaan
            Menurut Winardi (2000 : 6) manajemen pemasaran adalah “ Proses pengambilan keputusan, perencanaan, pengawasan aspek-aspek pemasaran suatu perusahaan sehubungan dengan konsep pemasaran di dalam sistem pemasaran”.
Manajemen pemasaran dalam merumuskan rencana pemasaran harus mempertimbangkan kelompok-kelompok lainnya dalam perusahaan tersebut, misalnya manajemen puncak, keuangan, pembelian, produk dan akuntansi. Tingkatan manajemen yang lebih tinggi menentukan sasaran dan kebijaksanaan perusahaan.
            Menurut Lutter Gullick (2000 : 62), tujuan perusahaan adalah ” Kesinambungan keuntungan efisiensi, kepuasan dan pembinaan karyawan untuk produk atau layanan bagi konsumen dan pelanggan, menjadi anggota yang baik dan bertanggung jawab sosial, pemimpin pasar, meraih keuntungan dan harga saham menjadi maksimum untuk pemegang saham, pengendalian aktiva/ penyesuaian diri dengan mudah dan luwes, pelayanan dalam masyarakat ”.


b. Pemasok
            Pemasok adalah perusahaan bisnis dan perorangan yang dibutuhkan oleh perusahaan dan pesaingnya untuk memproduksi barang dan jasa tertentu.  Perkembangan pemasok dapat mempengaruhi dampak yang lebih besar terhadap operasi perusahaan pemasaran.
c. Perantara Pemasaran
            Perantara pemasaran adalah mereka yang membantu perusahaan dalam mempromosikan dan mendistribusikan barang pada pembelian akhir. Para perantara ini meliputi perusahaan, distribusi fisik, agen dan jasa pemasaran dan perantara keuangan.
d. Pelanggan
            Perusahaan perlu meneliti pasar pelanggannya dengan teliti, perusahaan dapat beroperasi dalam lima jenis para pelanggan yaitu : pasar konsumen, pasar industri, pasar reseller, pasar pemerintah dan pasar internasional.
e. Pesaing
            Setiap perusahaan menghadapi sejumlah besar pesaing. Konsep pemasaran menyatakan bahwa agar dapat berhasil, perusahaan harus memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen secara lebih baik dari pada apa yang dilakukan oleh pesaing.
f. Publik
            Lingkungan pemasaran perusahaan juga meliputi berbagai macam publik. Publik adalah setiap kelompok yang mempunyai minat nyata atau berpengaruh terhadap kemampuan suatu organisasi untuk mencapai sasarannya.
2. Lingkungan Makro Perusahaan
Yang terdiri dari masyarakat yang lebih luas. Lingkungan Makro dipengaruhi oleh yaitu :
a. Lingkungan Demokrat
Demokrat adalah bidang studi tentang populasi manusia menurut besar, kepadatan, lokasi, umur, jenis kelamin, pekerjaan, statistik lainnya.
b. Lingkungan Ekonomi
Lingkungan ekonomi adalah faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola pembelanjaan konsumen.
c. Lingkungan Alam
Lingkungan alam meliputi sumber daya alamiah yang dibutuhkan sebagai masukan oleh pemasaran atau yang dipengaruhi oleh kegiatan pemasaran.
d. Lingkungan Teknologi
Lingkungan Teknologi adalah terdiri dari kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi teknologi baru, yang menciptakan produk baru dan peluang-peluang pasar yang baru.
e. Lingkungan Politik
Keputusan pemasaran sangat dipengaruhi oleh perkembangan dalam lingkungan politik/ hukum. Lingkungan ini terdiri dari undang-undang, instansi, pemerintah dan kelompok penekan yang mempengaruhi dan membatasi organisasi dan pribadi masyarakat.


f. Lingkungan Kultura
Lingkungan kultura terdiri dari lembaga-lembaga dan kekuatan lain yang mempengaruhi nilai dasar, persepsi dan prilaku masyarakat.

3. Sasaran Pemasaran
            Menurut Basu Swastha (2002 : 50), pasar adalah Tempat dimana pembeli dan penjual bertemu dan berfungsi, barang dan jasa yang tersedia untuk dijual dan terjadi pemindahan hak milik ”. Pasar terdiri atas banyak sekali pembelian dan para pembeli berbeda dalam satu atau beberapa hal, boleh jadi mereka berbeda dalam keinginan, sumber daya, sikap pembeli dan praktek pembelian mereka.
            Basu Swastha (2002 : 51) menyatakan sasaran pemasaran adalah sebagai berikut :
1. Segmentasi pasar
            Ada 4 segmentasi pasar yaitu :
a.       Segmentasi geografik, menghendaki pembagian pasar menjadi unit geografik seperti bangsa, negara bagian, wilayah propinsi, kabupaten atau tetangga.
b.      Segmentasi demografis, suatu proses yang membagi pasar menjadi kelompok - kelompok berdasarkan variabel demografik seperti umur, jenis kelamin, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras dan kebangsaan.
c.       Segmentasi psikolografik , disini pembelian dibagi menjadi beberapa kelompok menurut kelas sosial, gaya hidup dan karakteristik kepribadian.
d.      Segmentasi prilaku, pembelian dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan pengetahuan, sikap, kegunaan, tanggapan mereka terhadap suatu produk.
2. Memilih pasar yang dituju (target marketing)
            Untuk memilih pasar yang dituju, perusahaan dapat menempuh beberapa strategi yaitu :
a.       Pemasaran yang serba sama (Undifferentiated Marketing), dimana perusahaan mencoba untuk mengembangkan produk tunggal yang dapat memenuhi keinginan semua atau banyak orang.
b.      Pemasaran yang berbeda (Differented Market), dimana perusahaan mencoba untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok pembeli tertentu dan membagi pasar kedalam dua kelompok atau lebih.
c.       Pemasaran terpusat (Concentrated Marketing), dimana perusahaan memusatkan usaha pemasarannya pada satu atau beberapa kelompk pembelian.

4. Bauran Pemasaran ( Marketing Mix)
            Basu Swastha ( 2002 : 60 ) menyatakan Marketing mix adalah suatu istilah yang menggambarkan seluruh unsur pemasaran dan faktor produksi yang dikerahkan guna mencapai sasaran perusahaan misalnya laba, harta, penjualan, bagian pasar yang akan direbut dan sebagainya. Jika sasaran pasarnya sudah ditentukan melalui riset pemasaran, maka  perusahaan harus membuat suatu rencana yang baik untuk memasuki egmen pasar yang dipilih.
            Keputusan dalam strategi pemasaran menurut Basu swastha (2002 : 62) dapat dikelompokkan kedalam empat strategi :
1. Strategi Produk
            Barang atau produk suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya. Menurut Asri (2001 : 30), pemasaran produk adalah “ Nilai tukar untuk manfaat yang ditimbulkan oleh barang/ jasa tertentu bagi seseorang”.
            Dalam pengolahan produk termasuk pula perencanaan dan pengembangan produk dan jasa yang baik untuk dipasarkan oleh perusahaan perlu adanya suatu pedoman untuk mengubah suatu produk yang ada, menambah produk baru atau mengambil tindakan yang lain yang dapat mempengaruhi kebijaksanaan dalam menentukan produk, selain itu keputusan juga perlu diambil menyangkut masalah pemberian merk, pembungkusan, warna dan bentuk produk.
a.       Merek
adalah nama atau istilah, tanda simbol atau rancangan yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dan untuk membedakan dari produk pesaing.


b.      Kemasan
Adalah kegiatan umum dalam perencanaan barang yang melibatkan penentuan desain dan pembuatan bungkus atau kemasan suatu barang. Pembungkusan sering dihubungkan dengan kebijaksanaan dengan kebijaksanaan dalam label dan merek, karena label sering digunakan pada kemasan.
Ada alasan mengapa kemasan diperlukan yaitu kemasan dapat mengidentifikasi produk menjadi efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran dengan produk pesaing. Ada beberapa bentuk dan ciri kemasan yang sedimikian menariknya sehingga pelanggan bersedia membayar lebih mahal untuk memperoleh kemasan yang istimewa tersebut.
c.       Jaminan
Jaminan mempunyai tujuan umum adalah untuk memberikan keyakinan pada pembel bahwa pabrik akan memberikan ganti rugi bila produknya tidak berfungsi atau rusak sebagaimana mestinya. Peraturan umum mengatakan bahwa produsen harus dibelakang, yakni memberikan jaminan, menjelaskan produk-produk yang dipasarkan atau yang ditawarkan.   

2. Strategi Harga
            Harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya. Penentuan harga ini merupakan salah satu keputusan yang penting bagi manjemen. Harga yang ditetapkan harus menutup semua ongkos atau bahkan lebih dari itu untuk mendapatkan lab. Tetapi jika harga yang ditetapkan lebih tinggi akan mengakibatkan kurang menguntungkan, dalam hal ini mungkin pembeli akan berkurang sehingga semua biaya tidak dapat ditutupi dan akhirnya perusahaan dapat menderita kerugian.
            Salah satu prinsip dalam menentukan harga adalah menitikberatkan pada kemampuan pembeli untuk harga yang telah ditentukan dengan jumlah yang cukup untuk menutupi ongkos dan menghasilkan laba.
Basu Swastha (2002 : 68), Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat harga adalah sebagai berikut :
a.       Kondisi Ekonomi
Kondisi ekonomi sangat mempengaruhi tingkat harga yang berlaku di pasar.
b.      Penawaran dan Permintaan.
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli oleh pembeli pada tingkat harga tertentu sedangkan penawaran merupakan kebalikan dari permintaan yaitu jumlah yang ditawarkan oleh penjual pada suatu tingkat harga tertentu.
c.       Elastisitas Permintaan
Salah satu faktor yang mempengaruhi harga ialah sifat permintaan pasar, sebenarnya sifat permintaan pasar tidak hanya mempengaruhi harga tetapi juga mempengaruhi volume yang dapat dijual.

d.      Persaingan
Harga jual beberapa barang sering dipengaruhi oleh keadaan pesaing yang ada.
e.       Biaya
Biaya merupakan suatu penentuan harga sebab suatu tingkat harga yang tidak dapat menutupi seluruh biaya yang ada akan dapat mengakibatkan kerugian pada perusahaan.
f.       Tujuan Manager
Penetapan suatu barang sering dikaitkan dengan tujuan-tujuan yang akan dicapai pimpinan perusahaan.
g.      Pengawasan Pemerintah
Pengawasan pemerintah dapat diwujudkan dalam penetapan bentuk harga yang maksimum dan minimum, diskriminasi harga, serta praktek lain yang mendorong atau mencegah terjadinya usaha-usaha yang bersifat monopoli.
Menurut Carthy dan William (2003 : 40) potongan harga adalah ” Sistem pengurangan dari harga tercatat yang diturunkan oleh penjual kepada pembeli yang dilakukan untuk mempertimbangkan jenis persaingan didalam pasar secara keseluruhan”. Potongan harga merupakan pengurangan dari harga yang ada biasanya potongan harga ini diwujudkan dalam bentuk tunai dan dimaksudkan untuk menarik konsumen, tetapi kadang-kadang potongan tersebut juga diberikan oleh penjual adalah potongan kuantitas, potongan dagang, potongan tunai dan potongan musiman.

3. Strategi Distribusi
            Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh suatu produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai kekonsumen atau pemakai industri. Suatu perusahaan perlu melaksanakan fungsi distribusi, hal ini sangat penting bagi pembangunan perekonomian masyarakat karena bertugas menyampaikan barang dan jasa yang diperlukan oleh konsumen. Setelah selesai dibuat dan siap untuk dipasarkan, tahap berikutnya dalam proses pemasaran adalah menentukan metode atau rute yang akan dipakai untuk menyalurkan barang tersebut kepasar.
            Ada tiga saluran distribusi yang digunakan untuk menyalurkan produk yang ada yaitu :
a.       saluran satu disebut saluran distribusi nasional. Produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah yang besar kepada pedagang besar saja.
b.      Saluran dua, produsen sering menggunakan perantara untuk menyalurkan barang kepada pelanggan besar yang kemudian menjual pada toko-toko kecil.
c.       Saluran tiga, produsen memilih sebagai penyalurnya. Saluran penjualan terutama ditujukan pada pengecer besar.
Adapun beberapa masalah yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan saluran distribusi adalah :
a.       Jenis barang yang dipasarkan
b.      Produk yang menghasilkan produknya
c.       Penyaluran yang bersedia ikut mengambil bagian
d.      Pasar yang dituju
e.       Jumlah perantara dalam saluran distribusi
Setelah produsen menentukan saluran distribusi yang akan dipakai, masalah yang dihadapi adalah masalah penentuan jumlah perantara untuk ditentukan sebagai perantara pada tingkat perdagangan bebas atau perdagangan eceran. Dalam hal ini mempunyai tiga alternatif yang dapat ditempuh yaitu :
a.       Distribusi Intensif
Merupakan suatu strategi yang digunakan oleh perusahaan dengan menggunakan sebanyak mungkin penyalur terutama pengecer untuk mencapai konsumen agar kebutuhan mereka dapat terpenuhi. Adapun jenis barang yang disalurkan melalui distribusi intensif ini adalah barang konsumsi jenis konveksi dan barang industri jenis perlengkapan operasi atau barang-barang standart lainnya.
b.      Distribusi Selektif
Merupakan suatu strategi yang digunakan oleh perusahaan dengan menggunakan sejumlah pedagang besar dan pengecer yang terbatas dalam daerah geografis tertentu, dalam hal ini perusahaan berusaha memilih penyaluran yang betul-betul baik dan mampu melaksanakan fungsinya.
c.       Distribusi Eksklusif
Merupakan suatu strategi yang digunakan oleh perusahaan dengan hanya menggunakan satu pedagang besar atau pengecer disuatu daerah atau pasar tertentu.

4. Strategi Promosi
            Menurut Basu Swastha (2002 : 349), promosi adalah “ Arus informasi satu arah yang dibuat dalam mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran”.
            Promosi merupakan salah satu variabel bauran pemasaran yang digunakan oleh perusahaan untuk mengadakan komunikasi dengan pasarnya. Promosi juga sering dikatakan sebagai proses berlanjutnya karena dapat menimbulkan rangkaian kegiatan selanjutnya dari perusahaan.
            Beberapa kegiatan yang ada dalam promosi ini umumnya terbagi empat hal yaitu :
a. Periklanan
            Salah satu bagian promosi yang banyak dilakukan oleh perusahaan atau perseorangan. Dalam periklanan ini, pihak yang memasang iklan harus mengeluarkan sejumlah dana atas pemasangan iklan media.
b. Personal Selling
            Adalah interaksi antara individu, saling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai dan mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain. Personal selling berbeda dengan periklanan karena menggunakan orang atau individu dalam pelaksanaannya. Individu yang melaksanakan kegiatan personal selling disebut tenaga penjual.


c. Promosi penjualan.
            Promosi ini merupakan istilah yang berbeda dengan istilah promosi meskipun sama-sama menggunakan kata promosi. Promosi penjualan hanya merupakan salah satu kegiatan promosi yang mana dalam penjualan ini perusahaan menggunakan alat-alat seperti peragaan, pameran, hadiah, dan lain sebagainya.
d. Publikasi
            Hampir sama dengan periklanan, publikasi ini merupakan salah satu kegiatan promosi yang dilakukan melalui suatu media, namun informasi yang tercantum tidak berupa iklan tetapi berita. Hal ini dapat dijumpai pada surat kabar, majalah, dan lain-lain. Biasanya perusahaan tidak mengeluarkan sejumlah biaya yang besar dan tidak dapat mengawasi pengungkapan berita.
5. Analisa SWOT
            Penelitian menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dapat ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Kedua faktor tersebut harus dipertimbangkan dalam analisis SWOT. Menurut Freddy. R (2000 : 19) SWOT Adalah singkatan dari lingkungan internal Strengths dan Weaknesses serta lingkungan Eksternal Oppertunities dan Threats yang dihadapi dunia bisnis. Analisa SWOT membandingkan antara faktor eksternal peluang (Opportunities) dan ancaman (Treaths) dengan faktor internal kekuatan (Streangths) dan kelemahan (Weaknesses).
            Selain hal tersebut diatas, hendaknya kita juga harus melihat tentang ramalan volume penjualan, orientasi penjualan dan permintaan pasar.
     a.    Peramalan volume penjualan
            Perusahaan dalam memasarkan produknya memiliki tujuan yaitu ingin mencapai volume penjualan yang maksimal dengan laba yang maksimal pula secara berkesinambungan.
            Perusahaan dalam menetapkan volume penjualan harus disesuaikan dengan peluang-peluang pasar yang tidak dianalisa terlebih dahulu. Disinilah peran peramalan dari pihak manajemen untuk memprediksi berapa banyak nantinya volume penjualan yang akan diraih.
            Gibson.et. Al (2007 : 186): “para manajer menggunakan empat metode untuk meramalkan kejadian-kejadian masa depan, semakin kita menyajikan dalan konteks peramalan volume penjualan, metode ini umumnya juga dapat diterapkan untuk peramalan kejadian lain. Empat metode tersebut adalah:
     1. Dugaan, estimasi penjualan masa depan dapat didasarkan kepada data penjualan yang lalu, pendapat orang-orang penjual dan konsumen dan reaksi instigtif terhadap keadaan secara umum.
      2. Riset pasar. Estimasi pasar masa depan seperti didasarkan kepada pendapat
         konsumen yang diekspresikan kepada seorang penjual.
     3. Analisis runtun Waktu. Estimasi pasar masa depan dapat didasarkan pada hubungan antara penjual dengan waktu gerakan penjualan sepanjang waktu dipengaruhi oleh paling tidak tiga faktor yaitu : Muslim, silkus dan kecendrungan.
     4. Metode Trigonometri. Hal ini memungkinkan peramal untuk mengevaluasi dampak sejumlah variabel terhadap penjualan.
            Basu swastha dan irawan (2002-156) mengatakan: “metode-metode peramalan penjualan yang dapat dipakai ada beberapa macam yakni :
     1. pendapat manajer
     2. pendapat salesmen
     3. surve niat pembeli
     4. model mathematis
     5. analisis time series
     6. mode regresi
                        Dari kutipan diatas  dapat di ambil keterangan:
     1. Pendapat manajer
            Pendapat manajer ini merupakan salah satu teknik peramalan yang   banyak di pakai oleh perusahaan-perusahaan. Teknik tersebut melibatkan pengumpulan pendapat dari sekelompok manajer yang sudah berpengalaman.
     2. Pendapat salesmen
          Metode dengan menggunakan pendapat salesmen ini berbeda dengan metode sebelumnya, disini salesmen dapat meramalkan volume penjualan untuk pembeli-pembeli yang berada di daerah operasinya.
     3. Survey niat pembeli
          Metode dilakukan dengan mewawancarai sejumlah pembeli untuk mendapatkan informasi tentang jumlah dan jenis produk yang diharapkan akan mereka beli untuk masa yang akan datang.

     4. Metode Matematis
Model matematis ini tidak banyak digunakan karena di samping mahal, juga sangat komlek. Model peramalan ini biasanya menggunakan kombinasi dari beberapa variabel dalam bentuk persamaan.
     5. Analisis Time Series
Analisis time series ini dapat digunakan untuk membuat suatu ramalan  masa mendatang dengan mendasarkan pada data penjualan yang lampau. Metode ini menganggap bahwa ada hubungan yang penting antara waktu dan variabel-variabel lain. Salah satu metode paling sederhana dalam analisa tersusun adalah metode rata-rata bergerak.
     6. Metode Regresi
         Ramalah penjualan sering dibuat dengan menggunakan persamaan-persamaan yang memperlihatkan bagaimana permintaan itu dikaitkan dengan faktor-faktor penentunya. Perusahaan dalam menetapkan volume penjualan harus disesuaikan dengan peluang – peluang pasar yang telah di analisis terlebih dahulu. Dalam menganalisis peluang pasar ada tiga kategori dasar yang dapat digunakan.
Wareen J.keegan (2006-205) mengatakan: “ada tiga kategori pasar untuk peluang pasar:
          1. Permintaan yang tersembunyi, Adalah permintaan yang akan diekspresikan produk ditawarkan kepada pelanggan dan harga yang terjangkau. Permintaan yang tersembunyi adalah pemintaan akan produk baru adapun yang sukses.
           2. permintaan yang sudah ada, adalah pasar yang kebutuhan pelanggannya dilayani oleh pemasok yang sudah ada. Paling sedikit dalam teori, besar pasar yang sudah ada dapat diukur.
           3. permintaan yang baru mulai, adalah permintaan yang akan muncul bila kecendrungan yang aada sekarang muncul.

b. Orientasi Penjualan
            Orientasi penjualan didasarkan pada pendapat bahwa orang akan membeli barang dan jasa yang lebih baik jika menngunakan tehnik penjualan yang agresif dan penjualan yang tinggi tersebut akan mendatangkan keuntungan yang lebih tinggi pula.
            Lamb.et al (2001: 8) mengatakan : “orientasi penjualan penekanannya tidak hanya pada pembeli tapi perantara juga berperan untuk mendukung produsen produk tersebut menjadi lebih agresif”.
            Menurut pendapat di atas dapat di ambil keterangan bahwa orientasi penjualan sebenarnya penekanannya tidak hanya pada pembeli saja, akan tetapi saluran distribusi juga sangat perperan penting karena dengan adanya saluran distribusi yang baik maka barang yang dipasarkan oleh produsen akan lebih mudah sampai ke tangan konsumen atau pembeli akhir. Sehingga dengan lebih mudanya para konsumen mendapatkan barang yang di inginkan secara otomatis pembelian akan barang tersebut akan lebih meningkat, dan dengan meningkatnya pembelian akan barang tersebut maka produsen dalam memproduksi barang tersebut akan lebih agresif karena barang yang di produksinya laku terjual.
c. Permintaan Pasar
            Berhasil tidaknya suatu perusahaan dalam memasarkan produknya sangat tergantung akan permintaan pasar yang ada suatu perusahaan dalam memproduksi produk yang akan di pasarkan ke pasar harus sesuai dengan permintaan pasar, sehingga barang yang akan di pasarkan tidak mengalami penumpukan.
            Kotler dan Susanto (2000: 325) mengatakan: “permintaan pasar untuk suatu produk adalah jumlah volume total yang akan dibeli oleh sekelompok pelanggan tertentu dan lingkungan pemasaran tertentu di bawah program pemasaran”.
            Maka dari penjelasan di atas, jelas bahwa permintaan pasar dapat mempengaruhi volume penjualan yang akan di terima perusahaan, karena permintaan pasar adalah jumlah barang yang akan di beli oleh pelanggan atau lingkungan pemasar tertentu.

B. Kerangka Konseptual
            Konsep merupakan definisi dari apa yang perlu diamati, menurut Mardalis (2000 : 47) bahwa dalam tiang atau kerangka mengenai konsep ini dimaksudkan agar penelitian dapat menjelaskan konsep kata-kata yang dipakai dalam penelitian yang dilakukan agar mendapatkan pemahaman yang sama antara peneliti dengan pembaca terhadap hasil penelitian.
            Kerangka berfikir menurut Sugiyono (2001 : 47) adalah model konseptual tentang bagaimana teori hubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Kerangka berfikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel independent. Pertautan antar variabel tersebut selanjutnya dirumuskan dalam bentuk paradigma penelitian. Oleh karena itu, pada setiap penyusunan paradigma harus didasarkan pada kerangka berfikir.
            PT. Kembar Ponsel Medan ,adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang distributor Handphone dan Voucher Pulsa, yang mana dalam menjalankan usaha tersebut, perusahaan memiliki beberapa strategi pemasaran yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan volume penjualan.
            Strategi pemasaran yang digunakan oleh PT. Kembar Ponsel Medan, adalah :
a. Produk
            Biasanya perusahaan-perusahaan besar memiliki produk-produk unggulan dalam mempengaruhi pasar dimana produk tersebut banyak diminati dan dibutuhkan oleh konsumen. Produk-produk unggulan inilah yang menjadi andalan perusahaan untuk memperoleh omzet penjualan dengan tujuan memperoleh laba. Contoh Nokia, Samsung, Siemen, Sony Errickson dan lainnya.
b. Price
            Dalam penetapan harga, PT Kembar Phonsel melakukan survey pasar dengan membandingkan harga CBP ( Customer Buy Price) produk perusahaan dengan CBP kompetitor. Dimana harga tersebut diambil dengan harga yang lebih murah tapi dengan kualitas produk yang lebih baik dari produk kompetitor. Contoh Sony Errickson dengan Samsung

c. Place
Tempat pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dalam memasarkan produk-produk perusahaan yang ada pada PT. Kembar Ponsel Medan, yang merupakan distributor.
d. Promotion
            Promosi merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dalam memasarkan produk-produk perusahaan kepasar agar produk tersebut dapat dikenal, diminati dan dikonsumsi oleh konsumen. Salah satu cara promosi yang dilakukan oleh PT. Kembar Ponsel Medan, dalam memasarkan produk handphone yaitu dengan cara pemasangan team flat, baliho, heacker pasia, bumper sticker, selfstrips dan berbagai macam jenis promosi lainnya yang berhubungan langsung terhadap peningkatan volume penjualan.
            Guna promosi ini juga selain memperkenalkan produk perusahaan juga untuk menimbulkan rasa percaya diri bagi konsumen yang mengkonsumsi produk tersebut agar tetap bertahan dan tidak beralih kepada produk lain.
            Dan pada akhirnya dari keempat strategi pemasaran yang ada diharapkan dapat berpengaruh terhadap peningkatan volume penjualan dimana jika volume penjualan meningkat maka dengan sendirinya tujuan perusahaan yaitu untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya dapat tercapai dengan baik.
            Adapun kerangka konseptual yang penulis gambarkan adalah sebagai berikut :

Sumber: PT. Kembar Phonsel Medan, 2008




C. Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan awal penulis terhadap fenomena objek pelatihan dan akan diuji kebenarannya secara empiris. Hipotesis dapat diturunkan dari teori akan tetapi adakalanya sukar diadakan perbedaan yang tegas antara teori dan hipotesis. Hipotesis menurut Bambang Supeno (2007 : 36) adalah jawaban sementara yang dibangun/ diformulasikan berdasarkan pada kajian konsep teori-teori, hasil temuan penelitian terdahulu dan atau pengamatan peneliti pada fenomena lapangan yang hendak diteliti.
Berdasarkan permasalahan tersebut diatas, maka penulis membuat Hipotesis sebagai berikut : “ Strategi Pemasaran mempunyai pengaruh yang kuat dan positif terhadap peningkatan volume penjualan Handphone Nokia  Pada PT. Kembar Ponsel Medan”.  


SYARAT UNTUK MENDAPATKAN FILE LENGKAP….!!!
File yang tertera diblog ubah saja objeknya biar cepet, ganti saja dengan yang terbaru, kemudian sesuaikan, untuk objek, ubah saja objek jadi tempat yang rencananya anda teliti, beres kan?
File yang anda inginkan bisa konfirmasi ke No. HP ini 0852 6208 9526 atau 0819 6067 526 untuk mendapatkan file skripsi lengkap (bab1-sampai selesai) dalam bentuk document. Dengan mememenuhi biaya admin di bawah setelah anda melakukan transfer ke:
No Rek BRI  3529-01-026884-53-8  WAHYU RISHANDI (Cab. MARIENDAL MEDAN)
DENGAN NILAI NOMINAL TRANSFER Rp. 100.000/Judul Skripsi
ANGGAP SAJA UNTUK GANTI PENGETIKAN SKRIPS LENGKAP DALAM FORM DOC DAN PENGELOLA BLOG INI.
PELUANG KERJASAMA
kalau ingin untung, sebarin saja ke teman-teman judul di blog ini dan naikan saja harganya
kalau ada kesulitan sms atau contact aja ke No HP saya atau Add FB ya way@id-fb.com
UNTUK PEMESANAN
SETELAH TRANSFER SMS AJA KE 0852-6208-9526 atau 0819-6067-526
DENGAN ISI SMS:
Nama, alamat E-mail anda serta judul yang anda inginkan.



Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012 - 2013. Wahyu Rishandi, SH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Re Design by Doza | Proudly powered by Blogger