Headlines News :
Home » » JUDUL SKRIPSI : PENGARUH RASIO KEUANGAN (CAR, NPL, LDR DAN BOPO) TERHADAP PROFITABILITAS (ROA) BANK SYARIAH MANDIRI PERIODE JANUARI 2007 – DESEMBER 2009

JUDUL SKRIPSI : PENGARUH RASIO KEUANGAN (CAR, NPL, LDR DAN BOPO) TERHADAP PROFITABILITAS (ROA) BANK SYARIAH MANDIRI PERIODE JANUARI 2007 – DESEMBER 2009

Written By Wahyu Rishandi on Senin, 03 Juni 2013 | 17.07

A. Latar Belakang Masalah
Sistem Perbankan Syariah di Indonesia dimulai tahun 1992 dengan Undang-Undang No. 10 tahun 1998, tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, pada bulan November 1998 yang memungkinkan bank menjalankan operasional bisnisnya dengan sistem bagi hasil. Pada tahun yang sama lahir bank syariah pertama di Indonesia, Bank Muamalat Indonesia (BMI). Hingga tahun 1998 praktis bank syariah tidak berkembang. Namun, setelah diberlakukan Dual Banking System melalui UU No. 10/1998, perbankan syariah mulai meningkat.
Pendatang-pendatang baru perbankan syariah dipastikan terus bertambah mengingat pada akhir 2003, beberapa bank konvensional sudah mengantungi izin Bank Indonesia untuk membuka unit/divisi syariah. Secara kuantitas, pencapaian perbankan syariah sungguh membanggakan dan terus mengalami peningkatan dalam jumlah bank. Berdasarkan data Statistik Perbankan Syariah yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (akhir Desember 2010) jumlah bank syariah telah mencapai 33 unit yang terdiri atas 11 Bank Umum Syariah dan 23 Unit Usaha Syariah (republika, 2010).
Salah satu bank umum syariah besar di Indonesia adalah Bank Syariah Mandiri (BSM) yang mencatatkan kenaikan laba sebesar 36,98 persen hingga triwulan pertama 2010. Laba yang dibukukan BSM yakni sebesar Rp 87,388 miliar, mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp 63,798 miliar. Berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit, peningkatan laba BSM ditopang dari pendapatan operasional, terutama dari penyaluran dana (republika, 2010).
Hasil laporan menyebutkan pendapatan dari penyaluran dana BSM per Maret 2010 melonjak sebesar 22,66 persen. Sepanjang triwulan ini, pendapatan dari penyaluran dana BSM mencapai Rp 603,164 miliar, terlihat adanya kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 491,720 miliar. Sementara itu, total pembiayaan yang telah disalurkan BSM mencapai Rp 17,647 triliun (republika. 2010).
Pertumbuhan positif BSM juga terlihat atas meningkatnya aset BSM. Hingga akhir Maret 2010, aset BSM telah mencapai Rp 23,812 triliun atau naik 34,50 persen dibandingkan posisi serupa tahun lalu sebesar Rp 17,704 triliun. Adapun peningkatan aset tersebut berasal dari meningkatnya Dana Pihak ketiga (DPK) yang dihimpun BSM. Selama Maret 2010, BSM berhasil menghimpun DPK sebesar Rp 21,027 triliun, naik sebesar 36 persen dari posisi Maret 2009 sebesar Rp 15,461 triliun (republika, 2010).
Bank syariah merupakan lembaga keuangan syariah yang berorientasi pada laba (profit). Laba bukan hanya untuk kepentingan pemilik atau pendiri, tetapi juga sangat penting untuk pengembangan usaha bank syariah. Untuk dapat memperoleh hasil yang optimal, bank syariah dituntut untuk melakukan pengelolaan dananya secara efisien dan efektif, baik atas dana-dana yang dikumpulkan dari masyarakat (Dana Pihak Ketiga), serta dana modal pemilik/pendiri bank syariah maupun atas pemanfaatan atau penanaman dana tersebut (Muhammad, 2005:101).
Bank yang selalu dapat menjaga kinerjanya dengan baik terutama tingkat profitabilitas yang tinggi dan mampu membagikan dividen dengan baik serta prospek usahanya dapat selalu berkembang dan dapat memenuhi ketentuan prudential banking regulation dengan baik, maka kemungkinan nilai saham dari bank yang bersangkutan di pasar sekunder dan jumlah dana dari pihak ketiga yang berhasil dikumpulkan akan naik.
Kenaikan nilai saham dan jumlah dana pihak ketiga ini merupakan salah satu indikator naiknya kepercayaan masyarakat kepada bank yang bersangkutan. Kepercayaan dan loyalitas pemilik dana terhadap bank merupakan faktor yang sangat membantu dan mempermudah pihak manajemen bank untuk menyusun strategi bisnis yang baik. Sebaliknya para pemilik dana yang kurang menaruh kepercayaan kepada bank yang bersangkutan maka loyalitasnya pun juga sangat tipis, hal ini sangat tidak menguntungkan bagi bank yang bersangkutan karena para pemilik dana ini sewaktu-waktu dapat menarik dananya dan memindahkannya ke bank lain.
Perkembangan kinerja dan kondisi keuangan perusahaan termasuk perbankan dapat dilihat melalui laporan keuangan bank yang bersangkutan. Laporan keuangan perbankan akan sangat buruk dengan adanya negative net income dan kewajiban penyediaan modal minimum (Capital Adequacy Ratio­-CAR) yang tidak terpenuhi. Modal merupakan faktor yang amat penting bagi perkembangan dan kemajuan bank sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat. Setiap penciptaan aktiva, di samping berpotensi menghasilkan keuntungan juga berpotensi menimbulkan terjadinya risiko. Semakin tinggi CAR maka semakin kuat kemampuan bank tersebut untuk menanggung risiko dari setiap kredit/aktiva produktif yang berisiko, keadaan yang menguntungkan bank tersebut akan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi profitabilitas.
Implikasi dari adanya negative net income dan kewajiban penyediaan modal minimum (Capital Adequacy Ratio­-CAR) yang tidak terpenuhi tersebut adalah bank memiliki batasan dalam melakukan ekspansi kredit yang ditunjukkan oleh Loan to Deposit Ratio (LDR). Batasan dalam melakukan ekspansi kredit akan menyebabkan pertumbuhan bank semakin lambat, sehingga bank harus memiliki modal yang memadai untuk melakukan ekspansi usaha yang mengakibatkan tambahan aktiva. Bank harus selalu menjaga penarikan dana dari sumber dana yang dititipkannya. Sementara dari sisi lain bank harus menjaga penarikan permintaan dana seperti pembiayaan yang diberikan. Oleh karena itu, jika bank memiliki aset likuid yang besar, maka aspek profitabilitas bank yang bersangkutan akan terganggu.
Selain itu, dalam pemberian pinjaman harus tetap memperhatikan kecukupan modal yang dimilikinya, sehingga bank tidak secara sembarangan melakukan ekspansi pinjaman hanya untuk memperoleh laba yang besar, juga agar tidak terlalu membatasi pinjaman hanya untuk menghindari risiko kredit macet yang ditunjukkan rasio Non Performing Loan (NPL). Karena ketika tingkat jumlah pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing) menjadi besar, semakin besar pula jumlah kebutuhan biaya penyisihan penghapusan pembiayaan yang berpengaruh terhadap kemampuan bank untuk menghasilkan keuntungan (profitabilitas).
Profitabilitas juga merupakan faktor penting dalam menilai tingkat kesehatan bank. Perkembangan laba yang diperoleh perbankan dapat diketahui melalui laporan keuangan bank, pihak-pihak yang berkepentingan dapat melakukan analisis laporan keuangan guna memperoleh informasi mengenai kinerja dan tingkat kesehatan bank. Pada penelitian ini penulis menghitung tingkat profitabilitas dengan menggunakan Return on Asset (ROA), hal ini dikarenakan kemampuan bank dalam menghasilkan laba akan tergantung pada kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva dengan liabilitas yang ada.  
Return on Asset (ROA) penting bagi bank karena ROA digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. ROA merupakan rasio antara laba sebelum pajak terhadap total asset. Semakin besar ROA suatu bank, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank tersebut dan semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan aset (Sudarini, 2005). Rasio-rasio bank yang mempengaruhi ROA adalah: CAR, LDR, BOPO, dan NPL (Mabruroh, 2004; Limphapayom dan Polwitoon, 2004; Zainudin dan Jogiyanto, 1999).
Berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa bank dalam menjalankan kegiatan operasionalnya harus secara efisien. Efisiensi produksi pada suatu lembaga seperti bank syariah dalam mengeluarkan biaya dalam bentuk pembiayaan, merupakan salah satu bentuk mekanisme produksi bank dalam rangka menghasilkan output yang paling tinggi dari suatu investasi. Semakin rendah biaya operasional, berarti semakin efisien bank tersebut dalam mengendalikan biaya operasionalnya, dengan adanya efisiensi biaya maka profitabilitas yang diperoleh bank akan semakin besar, yang dapat dilihat melalui rasio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional).
Maka apabila rasio CAR, NPL, LDR dan BOPO baik, akan mendukung kemampuan bank dalam menciptakan laba (profitabilitas). Beberapa penelitian terdahulu telah meneliti tentang profitabilitas (ROA) bank dengan menggunakan rasio keuangan tertentu. Seperti yang dilakukan oleh Siagian (2009) menunjukkan bahwa NPL berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA dan CAR berpengaruh positif signifikan terhadap terhadap ROA, sedangkan LDR tidak berpengaruh terhadap ROA dengan arah positif. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Saputra (2009) dan Saragih (2008) yang menunjukkan bahwa LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Namun bertolak belakang dengan hasil penelitian Sebatiningrum (2006) yang menunjukkan bahwa LDR berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas (ROA).
Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan, terdapat inkonsistensi hasil penelitian beberapa peneliti sebelumnya, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh rasio keuangan terhadap tingkat profitabilitas (ROA) yang diwakili oleh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Oerasional (BOPO). Perbedaan penelitian peneliti dengan penelitian sebelumnya adalah peneliti meneliti PENGARUH RASIO KEUANGAN (CAR, NPL, LDR DAN BOPO) TERHADAP PROFITABILITAS (ROA) BANK SYARIAH MANDIRI PERIODE JANUARI 2007 – DESEMBER 2009.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut :
apakah Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh terhadap tingkat profitabilitas (ROA) Bank Syariah Mandiri (Januari 2007 – Desember 2009) baik secara parsial maupun secara simultan?

C.  Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.    Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Capital Adequacy  Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh terhadap tingkat profitabilitas (ROA) Bank Syariah Mandiri (Januari 2007 – Desember 2009) baik secara parsial maupun secara simultan.

2.  Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan bermanfaat tidak hanya bagi peneliti tetapi juga bagi perusahaan dan juga pihak lain.
1.         Penelitian ini bermanfaat sebagai bahan masukan ketika penulis dimintai pendapatnya tentang pengaruh CAR, NPL, LDR dan BOPO terhadap tingkat profitabilitas (ROA).  
2.         Memberikan kontribusi positif dalam rangka menyediakan informasi tentang kondisi Bank Syariah Mandiri, dan mensosialisasikan kepada masyarakat.
3.         Sebagai bahan pertimbangan bagi dunia perbankan dalam melakukan operasinya selalu menggunakan prinsip kehati-hatian sehingga kinerjanya akan dianggap sehat oleh Bank Indonesia pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

4.         Penelitian ini bermanfaat untuk menyempurnakan penelitian-penelitian sejenis berikutnya.

SYARAT UNTUK MENDAPATKAN FILE LENGKAP….!!!
File yang tertera diblog ubah saja objeknya biar cepet, ganti saja dengan yang terbaru, kemudian sesuaikan, untuk objek, ubah saja objek jadi tempat yang rencananya anda teliti, beres kan?
File yang anda inginkan bisa konfirmasi ke No. HP ini 0852 6208 9526 untuk mendapatkan file skripsi lengkap (bab1-sampai selesai) dalam bentuk document. Dengan mememenuhi biaya admin di bawah setelah anda melakukan transfer ke:
No Rek BRI  3529-01-026884-53-8  WAHYU RISHANDI (Cab. MARIENDAL MEDAN)
DENGAN NILAI NOMINAL TRANSFER Rp. 100.000/Judul Skripsi
ANGGAP SAJA UNTUK GANTI PENGETIKAN SKRIPSI LENGKAP DALAM FORM DOC DAN PENGELOLA BLOG INI.
PELUANG KERJASAMA
kalau ingin untung, sebarin saja ke teman-teman judul di blog ini dan naikan saja harganya
kalau ada kesulitan sms atau contact aja ke No HP saya atau Add FB ya way@id-fb.com
UNTUK PEMESANAN
SETELAH TRANSFER SMS AJA KE 0852-6208-9526
DENGAN ISI SMS:
Nama, alamat E-mail anda serta judul yang anda inginkan.
Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012 - 2013. Wahyu Rishandi, SH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Re Design by Doza | Proudly powered by Blogger